
Slawi – Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Tegal menyelenggarakan Pertemuan Pendampingan Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) Terintegrasi SATUSEHAT bagi Bidan Praktik Mandiri, Kamis (3/9/2026), bertempat di Hotel Grand Dian Slawi. Kegiatan ini menyasar 40 Bidan Delima se-Kabupaten Tegal sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di bidang pelayanan kesehatan.
Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, S.KM., M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya percepatan transformasi digital untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkualitas. Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu pencatatan pelayanan serta mendukung integrasi data kesehatan melalui platform SATUSEHAT.
Pertemuan ini menjadi forum pendampingan sekaligus penguatan kapasitas bagi bidan praktik mandiri agar semakin siap menerapkan sistem rekam medis elektronik sesuai dengan arah kebijakan transformasi kesehatan nasional.
Hadirkan Narasumber dan Pendampingan Teknis
Kegiatan menghadirkan tiga narasumber yang memberikan materi strategis dan pendampingan teknis terkait implementasi RME di praktik mandiri bidan.
R. ST. Iva Rifda Chomsyiah, S.ST., Bdn., MM., Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK), menyampaikan materi “Strategi Percepatan Adopsi Rekam Medis Elektronik (RME) Terintegrasi SATUSEHAT bagi Bidan Praktik Mandiri.” Materi ini membahas pentingnya kesiapan dan percepatan adopsi RME guna mendukung pencatatan pelayanan kebidanan yang lebih tertata dan terintegrasi.
Selanjutnya, Mahmudah Khurotul Aini, SKM., M.Kes., MM., Ketua Tim Kerja Sistem Informasi Kesehatan (SIK), menyampaikan materi “Peran TPMB di Era Transformasi Kesehatan.” Materi tersebut menyoroti peran penting Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dalam mendukung transformasi digital dan penguatan sistem informasi kesehatan.
Sementara itu, Sri Indrawati, SST., Bdn., MM., selaku Distrik Manajer Bidan Delima, memberikan bimbingan teknis implementasi RME ODELIA bagi Praktik Mandiri Bidan. Pendampingan teknis ini diharapkan dapat membantu peserta memahami penerapan sistem RME dalam kegiatan pelayanan sehari-hari.
Perkuat Integrasi Data dan Mutu Pelayanan Kebidanan
Melalui kegiatan pendampingan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bersama IBI Cabang Kabupaten Tegal berupaya meningkatkan kesiapan bidan praktik mandiri dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi kesehatan.
Penerapan RME yang terintegrasi dengan SATUSEHAT diharapkan dapat mendukung pencatatan rekam medis yang lebih sistematis, meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi pasien, serta memperkuat kesinambungan pelayanan kesehatan melalui pertukaran data yang terintegrasi.
Keberhasilan implementasi RME memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pendampingan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan transformasi digital dapat diterapkan secara optimal hingga tingkat pelayanan kesehatan dasar.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital kesehatan melalui penguatan sistem informasi, pendampingan fasilitas pelayanan kesehatan, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Dengan semangat kolaborasi, implementasi RME terintegrasi SATUSEHAT diharapkan semakin luas dan mampu mendukung terwujudnya pelayanan kebidanan yang modern, terintegrasi, dan berbasis data demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tegal.
Dari pencatatan manual menuju layanan kesehatan digital. RME terintegrasi, SATUSEHAT semakin dekat!
Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal — Bersama percepat transformasi digital kesehatan untuk Tegal Luwih Apik.



