
Berbagai upaya penanggulangan Tuberkulosis terus dilakukan, salah satunya melalui sebuah program inovasi yang bertajuk “Kabupaten Tegal BERSATU.” Program ini merupakan sebuah gagasan baru dimana upaya penanganan Tuberkulosis dilakukan secara bottom up yakni melalui kekuatan masyarakat.
Kabupaten Tegal memiliki beban kasus TBC yang tinggi, di tahun 2025 ini estimasi kasus TBC sebanyak 6.901 kasus. Hal ini menjadi prioritas karena menjadi sumber penularan yang berisiko tinggi bagi masyarakat di sekitarnya.
Berkesempatan hadir mewakili Bupati Tegal, Staf Ahli Bupati Bapak Nurhafid Junaedi, S.H., M.M. resmi melaunching program Kabupaten Tegal BERSATU bertempat di Pendopo Kecamatan Pangkah, Selasa (14/10). Disampaikan pada sambutannya, bahwa program BERSATU bukan sekadar inisiatif baru, melainkan strategi akselerasi yang bergerak dari hulu ke hilir dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan, deteksi dini, serta pengawasan pengobatan TBC.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Pener menyampaikan expose implementasi Desa Pener sebagai pilot project program ini. Kepala Desa se-Kecamatan Pangkah dikenalkan dengan skrining mandiri TBC yang digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menangani TBC.
Diharapkan KABUPATEN TEGAL BERSATU bisa menjadi strategi akselerasi yang efektif untuk percepatan penemuan kasus TBC dengan konsep pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tegal menuju eliminasi TBC 2030.
